Korban ketiganya adalah Brighton & Hove Albion, yang digulingkan di Stadion Anfield, Sabtu lalu berkat gol semata wayang dari superstar "The Reds", siapa lagi kalau bukan Mohamed Salah.
Tiga pekan, tujuh gol dan tanpa kebobolan alias gawang Alison Becker masih perawan, adalah sebuah gambaran start mengesankan yang dilakukan pasukan Juergen Klopp.
Kini Liverpool mengambil alih pimpinan klasemen sementara Liga Primer yang sebelumnya dipegang juara bertahan Manchester City, menyusul hasil di luar dugaan yang dialami tim asuhan Pep Guardiola saat ditahan tim promosi Wolverhampton 1-1.
Walaupun hasil kemenangan atas Brighton tidak seperti yang dibuat Liverpool musim lalu dengan membombardir gawang tim yang sama dengan 4-0 di Anfield, namun tiga poin dianggap sangat penting bagi Klopp untuk menjaga posisi mereka tetap berada di puncak.
Tapi Klopp dan pasukannya tetap harus waspada karena Liverpool tak sendirian berada di posisi teratas klasemen sementara.
"The Blues" Chelsea dan "The Hornets" Watford menekan Roberto Firmino dan kawan-kawan dengan jumlah poin yang sama (9).
Watford mengawali musim ini dengan bagus ketika pasukan Javi Garcia itu memenangkan tiga laganya dan terakhir mereka memukul Crystal Palace 2-1 di Vicarage Road, Minggu (26/8).
Dua jam kemudian Chelsea mengambil tiga poin di Saint James Park, markasnya Newcastle melalui kemenangan 2-1 yang ditentukan gol bunuh diri pemain belakang "The Magpies" DeAndre Yedlin.
Chelsea mungkin adalah tim yang bisa menenggelamkan Liverpool setelah mereka ditangani mantan pelatih Napoli, Maurizio Sarri. Sadio Mane dan kawan-kawan harus tetap menjaga konsistensi permainan yang sudah diperlihatkan di tiga pekan.
Bermain imbang apalagi kalah di pekan berikut, akan langsung terasa dalam persaingan posisi di klasemen. Untuk itu laga di pekan keempat melawan Leicester City di Stadion King Power, akan jadi ujian sesungguhnya bagi "The Reds".
Leicester memperlihatkan grafik peningkatan yang patut diwaspadai menyusul kemenangan 2-1 yang diraih tim asuhan Claude Puel atas Southampton di Stadion Saint Mary.
Liverpool harus berusaha untuk mendulang tiga poin di kandang lawannya, dan rasanya mereka dapat melakukan dengan sempurna jika melihat performa semua pemain yang diturunkan Klopp di tiga pekan terakhir.
Musim lalu di King Power, Liverpool memukul Leicester 3-2 lewat gol Moh Salah, Philippe Coutinho dan Jordan Henderson. Leicester dua kali ditundukkan Liverpool musim lalu termasuk di Anfield 2-1 dengan dua gol dari Moh Salah.
Menjadi penting mengawasi Chelsea, karena Eden Hazard dan kawan-kawan menjalani laga empuk sebelum jumpa Liverpool di pekan ke-7.
Tiga laga ke depan di atas kertas Chelsea bisa atasi, karena lawan mereka adalah Bournemouth, Cardiff dan West Ham United. Bournemouth dan Cardiff akan dijamu Chelsea di Stamford Bridge.
Dengan kemungkinan ketambahan sembilan poin, maka Chelsea akan mengumpulkan 18 poin setelah menyelesaikan 6 pekan, dan hal ini akan jadi modal kuat dengan motivasi tinggi manakala "The Blues" menerima "The Reds" di Stamford Bridge.
Kubu Chelsea maupun Watford, Manchester City dan Tottenham Hotspur sangat berharap Liverpool tergelincir di King Power saat jumpa Leicester.
Klopp dan pasukannya akan melakoni dua laga tandang yang berat ketika harus fokus menghadapi Leicester di pekan ke-4 dan Tottenham di pekan ke-5.
Andaikan dua laga ini mampu dilewati Liverpool dengan sempurna, maka itu akan jadi sinyal bagus untuk mengirim pesan ke Stamford Bridge.
Menang atas Leicester dan Spurs, posisi Liverpool semakin kuat mengingat lawan berikutnya Southampton yang akan dihadapi di Anfield pada pekan ke-6.
Sementara Watford yang kini menjadi "kuda hitam" di awal berlangsungnya Liga Primer Inggris, sudah harus bersiap meladeni dua laga keras di bulan September. Trooy Deeney dan kawan-kawan akan menjamu Tottenham dan Manchester United di Vicarage Road.
Laga yang sangat sulit dengan kemungkinan Watford mengalami kekalahan sangat besar. Tapi di sini Kubu Liverpool juga meraruh harapan tinggi terhadap Watford agar bisa membuat kejutan, mengalahkan "The Lilywhites" dan "The Red Devils".
Tottenham juga berpotensi untuk merangsek ke papan atas dengan 9 poin bila tim asuhan Mauricio Pochettino sanggup meredam Manchester United di Old Trafford, Senin ini atau Selasa (28/8) dinihari WIB.
Ini partai "hidup mati" buat keduanya, karena sama-sama harus menghindari kekalahan. Jika hasilnya seri, ini akan menguntungkan buat Liverpool dan Chelsea.
Memang laga-laga di awal musim yang dimainkan oleh tim favorit seperti Manchester City, Liverpool, Chelsea, Tottenham, Manchester United dan Arsenal, jelas akan menentukan langkah ke depan.
Setidaknya itu sudah dilakukan Leicester (2015-2016), Chelsea (2016-2017) dan Manchester City (2017-2018). Berlari kencang di paruh musim pertama adalah sebuah tuntutan bagi setiap tim yang berambisi menjadi juara Liga Primer.
Sumber



