Ini dikarenakan, PSSI sadar diri betapa kuatnya para pesaing yang ikut serta dalam ajang bergengsi yang digelar 4 tahun sekali ini.
Indonesia U-23 hanya mendapatkan target untuk finish di posisi ke-4, atau menjadi semifinalis Asian Games 2018. Dan jika hal ini tidak tercapai, maka posisi Luis Milla sebagai pelatih Timnas Indonesia U-23 terancam.
Indonesia, harus bersaing ketat dengan Tim-tim kuat seperti Palestina, Laos, China Taipei dan Hong Kong yang ke-4 Tim tersebut tergabung bersama skuad Garuda Muda didalam Grup A.
Namun nampaknya, persaingan ketat bukan hanya terfokus kepada semua Tim, melainkan pemain juga memiliki misi yang sama untuk saling bersaing satu sama lain, untuk menjadi yang terbaik.
Berbicara Indonesia U-23, nampaknya tidak lengkap jika kita tidak berbicara dengan sang Kapten, Hansamu Yama Pranata. Pemain Barito Putera itu memiliki kesempatan yang sangat besar untuk menjadi Defender terbaik di grup A.
Hansamu Yama pernah membawa Indonesia U-19 meraih gelar juara | tribunnews.com
Menilik dari sejarahnya, Hansamu Yama pernah membawa Timnas Indonesia U-19 meraih gelar juara Piala AFF U-19 pada tahun 2013 silam.
Dan pada kesempatan kali ini, Hansamu memiliki kesempatan yang sangat besar untuk mengulang kejayaannya.
Namun, nampaknya hal tersebut tidak akan mudah untuk dia lakukan. Pasalnya sang pemain harus bersaing dengan Pemain Naturalisasi berdarah Swedia-Palestina, Michel Termanini.
Michel Termanini adalah pemain berdarah Swedia-Palestina, yang memutuskan untuk bergabung bersama skuad Palestina sebagai Negara yang dia bela, ketimbang menjadi bagian dari skuad Swedia.
Michel Termanini lahir pada 8 Mei 1998. Memiliki tinggi badan menjulang hingga 185 cm, Michel berposisi sebagai pemain bertahan.
Jika Hansamu Yama Pranata pernah membawa Indonesia U-19 meraih gelar Piala AFF U-19, Michel sukses mengantarkan Palestina berlaga di babak Quarter Final AFC U-23 Championships pada Januari 2018 kemarin.
Sementara Indonesia, bahkan tidak berhasil tampil di putaran final AFC U-23 Championships 2018, karena mereka harus gagal di fase grup saat digelar di Thailand, Juli 2017 silam.
Tentunya sangat menarik untuk kita ikuti persaingan Hansamu Yama Pranata dengan Michel Termanini di Asian Games 2018. Siapakah diantara kedua pemain yang dinobatkan sebagai defender terbaik?
Sumber


