Fenomena yang kerap terjadi hingga kini di sepakbola Indonesia adalah banyak pemain muda yag berbakat bahkan menorehkan prestasi luar biasa di kancah Internasional.
Seperti Gothia Cup, Danone Cup dan lainnya namun ketika mereka sudah memasuki level yang lebih senior, kebanyakan dari mereka justru gagal berkembang.
Hanya beberapa pemain saja yang bisa bertahan, itupun hanya pada level klub lokal saja. Berbanding terbalik seperti apa yang sudah pernah mereka lakukan di saat usia belia dulu.
Hal itulah yang sejatinya sejak dini harus diantisipasi oleh federasi maupun klub yang menaungi pemain tersebut. Jika mereka mendapatkan treatment yang baik dalam masa perkembangan mereka, tentunya hal-hal seperti tadi tidak terjadi di puncak karir mereka nantinya.
Setelah Evan Dimas dan Egy Maulana Vikri, sekarang mulai muncul kembali Sutan Zico yang kini membela Timnas U16 di bawah asuhan Fachri Husaini. Istimewanya bahwa Sutan Zico ini merupakan pemain yang berposisi sebagai seorang striker.
Ia bahkan menjadi andalan Timnas U16 di beberapa kesempatan event yang dijalani. Secara teknis pemain ini sejatinya jelmaan dari Kurniawan Julianto sang striker haus gol Indonesia di masa lalu.
Sutan punya finishing yang bagus, selain itu daya jelajah yang tinggi membuat pergerakannya sangat sulit diantisipasi lawan.
Jika pemain ini tidak mendapatkan tempat yang layak untuk mengembangkan bakatnya, bukan tidak mungkin Indonesia akan kembali kehilangan talenta potensial sebelum talenta tersebut berkembang.
Sutan Zico harus mendapatkan kompetisi yang layak, sehingga kemampuan olah bola nya terus terasah, karena bakatnya saat ini sangat diperlukan dengan alasan Indonesia saat ini juga mengalami krisis striker.
Kemampuan olah bolanya yang hampir matang seharusnya terus dikembangkan, satu-satu jalan itu bisa mewujudkan itu adalah menyediakan kompetisi baginya baik itu di lokal maupun di kompetisi yang lebih tertata di luar negeri.
Selebihnya jika program tersebut bisa berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin Indonesia akan kebanjiran pemain berbakat di Timnas senior nantinya.
Khusus Sutan Zico Ia bisa saja menjadi icon baru setelah putusnya rantai striker berkualitas setelah pensiunnya Kurniawan dan Bambang Pamungkas serat Boaz Solossa.
Kembali lagi bahwa hal itu bisa dicapai jika para pemain berbakat tersebut mendapat tempat yang layak bagi mereka untuk mengembangkan skill ataupun kemampuan mereka
Sumber

