Tidak kunjungnya timnas Indonesia memiliki prestasi, membuat para pemain potensial yang bermain di luar negeri seolah ragu kembali ke tanah air.
Kepengurusan sepakbola tertinggi yang memiliki banyak masalah dan kasus, liga yang tidak jelas dan kurangnya jaminan hidup di masa depan membuat para pemain kelas luar negeri asal Indonesia seolah enggan kembali.
Ternyata dalam gelaran piala dunia 2018 ada salah satu pemain sepakbola yang ikut berpartisipasi. Pemain tersebut merupakan pemain yang memiliki darah Indonesia dari ibunya.
Massimo Luongo lahir di Australia pada 25 September 1992 dari pasangan suami istri bernama Mario dan Ira. Ayah Luongo berkewarganegaraan Italia, sementara ibunya adalah orang Indonesia berdarah Sumba.
Ibu Luongo yang bernama Ira asli asal Indonesia. Bahkan Luongo merupakan keturunan Raja dari Kesultanan Bima, Sumbawa. Pemain ini sebenarnya bisa memperkuat tiga timnas yakni Indonesia, Italia, maupun Australia.
Luongo tidak mengambil Italia karena persaingan dalam timnas Italia sangatlah sulit mengingat Italia merupakan negara yang memiliki sejarah yang cukup kuat dalam sepakbola dunia.
Pemain satu ini lebih memilih Australia karena lebih mudah persaingannya dan sering tampil di Piala Dunia, sehingga pemain satu ini memutuskan bermain untuk negeri Kanguru.
Sedangkan untuk Indonesia yang merupakan tempat kelahiran dari Ibunya pemain satu ini sama sekali tidak pernah mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia. Sehingga pemain satu ini tidak berminat membela timnas Indonesia.
Sudah saatnya PSSI untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia agar tidak dipandang sebelah mata oleh dunia.
Indonesia negara yang luas, seharusnya mampu menciptakan pemain yang hebat untuk membawa sepakbola Indonesia berprestasi.
Bagaimana menurut sahabat UCers, apa pendapat kalian tentang pemain berdarah Indonesia ini yang bermain di klub Inggris dan lebih memilih negara maju daripada membela timnas Indonesia?
Sumber


