Tak Terduga! FIFA Ternyata Istimewakan Indonesia Selama Piala Dunia 2018

Tak Terduga! FIFA Ternyata Istimewakan Indonesia Selama Piala Dunia 2018

Tim polesan Didier Deschamps itu mengakhiri perlawanan Kroasia dengan skor akhir 4-2.


Gol Prancis tercipta berkat gol bunuh diri Mandzukic (18'), Griezmann (38'), Pogba (59'), dan Mbappe (65'). Sedang, dua gol Kroasia disarangkan oleh Ivan Perisic (28') dan Mandzukic (69').

Usai perhelatan akbar itu digelar, ada fakta yang membuat masyarakat Indonesia berbangga,dalam ajang itu Indonesia nyatanya menjadi salah satu negara yang mendapat keistimewaan dari FIFA.

Yah, federasi sepakbola dunia itu menilai patut mendapat perhatian karena memiliki masyarakat yang rata-rata menjadi penggemar sepak bola. Terlebih, dominan penikmat Piala Dunia berasal dari Indonesia.


Sebab itu, meski Timnas Indonesia tak berpartisipasi dalam Piala Dunia 2018, nyatanya FIFA tetap memberikan akreditasi untuk wartawan dari Indonesia.

Jumlahnya bahkan dua kali lipat dibandingkan jurnalis dari negara-negara non partisipan lainnya.

Sekadar diketahui, akreditasi itu yakni kartu pers resmi FIFA yang digunakan khusus untuk meliput Piala Dunia 2018.

Dengan kartu pers itu, jurnalis bisa bebas masuk ke stadion, menonton laga, masuk ke mixed zone, dan mengikuti acara resmi FIFA lainnya selama Piala Dunia 2018.

Dalam event tersebut, sedikitnya, jurnalis Indonesia diberikan sepuluh kartu pers resmi untuk ikut melakukan peliputan Piala Dunia 2018 di Rusia.

Tak pelak, jumlah tersebut membuat para wartawan media asing dari negara-negara lain merasa heran.

Wartawan The National, sebuah koran di Dubai, John McAuley misalnya. Ia mengaku, apa yang dilakukan FIFA sungguh diluar kewajaran.

Sebab jumlah akreditasi wartawan itu sangat tinggi bagi Indonesia yang timnas-nya tak ikut di Piala Dunia 2018.

Padahal, menurut dia, maksimal hanya lima akreditasi untuk setiap negara non-partisipan. “Kalian dapat banyak sekali, saya heran.


Tidak mungkin bagi negara non-partisipan. Dari region kami tidak bisa mendapatkan jumlah sebanyak itu,” beber McAuley.

Hal yang sama juga dikatakan Mootaz Shehade, pekerja media asal Lebanon. Menurut Mootaz, jurnalis Indonesia lebih beruntung dengan banyaknya jatah yang diberikan oleh FIFA.

Sementara, dari negaranya, khusus untuk meliput Piala Dunia kali ini, FIFA hanya memberi dua jatah akreditasi wartawan, masing-masing satu fotografer dan satu jurnalis.


Sumber




Contact Us

Name

Email *

Message *

Categories

Powered by Blogger.

Arsip Blog