Jorginho dan Pedro, para pendukung Chelsea dikagetkan dengan dominasi permainan yang diperagakan oleh skuat dibawah Maurizio Sarri.
Kejelian Sarri dalam membangun permainan dari bawah kala di Napoli benar-benar dilakukan di Chelsea.
Sarri yang sebelumnya menyatakan membutuhkan waktu 2-3 bulan baginya untuk beradaptasi dan menerapkan filosofi Sarrismo karena beberapa hal seperti baru datangnya pemain dari liburan pasca Piala Dunia,.
Kedatangan pemain baru macam Jorginho, Kepa Arrizabalaga pun langsung membuktikan pada publik bahwa dia pantas diwaspadai oleh para saingannya di Premier League musim in
Berikut tim redaksi Sumber.com menganalisis beberapa perubahan drastis Chelsea di tangan Sarri dari pertandingan perdana mereka melawan Huddersfield yang berkesudahan 0-3.
1. Formasi 3-4-3 ala Conte berubah menjadi 4-3-3
Jika pelatih terdahulu Conte lebih bermain defensif dengan menumpuk 3 bek dan 2 bek sayap untuk bertahan ditambah 1 pemain gelandang bertahan didepan para bek untuk mampu meraih juara.
Premier League 2 musim lalu, maka Sarri merubah total hal itu sekarang. Sarri lebih menyenangi pola 4 bek sejajar dengan 1 deep lying playmaker yang dimainkan oleh Jorginho dengan sangat baik.
Di lini tengah pun 2 gelandang yang dipercaya, Kante dan Barkley diberikan kebebasan untuk membangun serangan memanfaatkan lebar lapangan agar peran pemain sayap bisa dimaksimalkan.
Seperti saat di Napoli, Jose Callejon dan Dries Martens berubah menjadi pemain produktif. Dan perubahan ini terlihat ketika Willian dan Pedro sering terlihat bebas dan efektif dalam memanfaatkan peluang.
Hasilnya, Chelsea sangat dominan dalam penguasaan bola dan berhasil menguasai permainan 63% dan menghasilkan 13 tembakan dimana 3 diantaranya berbuah gol.
2. Kepa dan Jorginho jadi pemain baru krusial di starting lineup
Kepa yang baru datang 2 hari lalu dari Athletic Bilbao langsung mendapatkan kepercayaan dari Sarri dan berhasil membuktikan kehebatannya diatas lapangan.
Penampilannya pantas dengan harganya yang menjadikan dia sebagai kiper termahal di dunia mengalahkan rekor Allison Becker.
Dengan postur tinggi menjulang layaknya Courtouis, Kepa berhasil meyakinkan Sarri dan publik bahwa dia adalah rising star yang akan mengejutkan musim ini.
Sementara Jorginho adalah otak dari skema permainan Sarri yang tidak tergantikan sejak di Napoli dan kini di Chelsea.
Akurasi umpan yang menawan dan ketenangannya dalam mengolah bola membuat Jorginho adalah pembelian terbaik Chelsea sejauh ini yang akan membuat permainan Chelsea lebih berwarna
3. David Luiz dan Ross Barkley "hidup" kembali ditangan Sarri
David Luiz dan Ross Barkley adalah para pemain yang dilupakan di tangan Conte. Kini ketika Sarri datang keduanya seperti hidup kembali dan memberikan warna tersendiri bagi tim.
David Luiz menjadi bek tengah utama berduet dengan Antonio Rudieger dibelakang. Duet tersebut membuat Azpilicueta harus bermain melebar kini menjadi bek kanan.
Sarri pun tidak melupakan peran pemain Inggris yang ada di skuat. Kehadiran Ross Barkley yang juga memiliki talenta hebat patut diacungi jempol,.
Jika dia bisa meningkatkan level permainannya seperti di Everton maka Chelsea akan mempunyai Lampard baru. Meski belum fit sepenuhnya dan diganti Ruben Loftus Cheek, namun kedua pemain Inggris ini akan memberikan warna baru di Chelseanya Sarri.
4. Jorginho jadi eksekutor tendangan utama
Jika sebelumnya Eden Hazard dan Willian adalah para eksekutor tendangan bebas, penalti dan sepak pojok kini peran tersebut digeser untuk Jorginho. Kemampuannya dalam memanfaatkan bola-bola mati patut diperhitungkan.
Debutnya bahkan langsung memberikan gol melalui penalti yang cukup cantik mengecoh kiper lawan. Peran Hazard dan Willian yang merengek pindah kini akan dikurangi demi jam terbang eksekusi bagi Jorginho.
Ada peran baru bagi Kante ditangan Sarri. Daya jelajah dan staminanya yang luar biasa membuat Sarri memberikan peran baru yang lebih agresif bagi Kante.
Meskipun masih harus berperan sebagai gelandang pekerja keras yang bertugas merebut bola, namun karena kehadiran Jorginho peran Kante menjadi lebih mudah. Kante pun lebih sering bergerang dan aktif mencari ruang kosong ke depan.
Di pertandingan pertama bahkan Kante sudah mencetak gol, padahal biasanya dalam 1 musim dirinya paling banyak hanya mengoleksi 1 gol. Kini Kante akan semakin berkembang di tangan Sarri.
Sumber

