Dikutip dari viva.co.id (16/7/2018), laga tersebut berlangsung sengit, dengan kedua tim saling berbalas gol. Sayang, Kroasia akhirnya harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor akhir 2-4.
Setelah perhelatan itu rampung, terdapat cerita menarik yang berkaitan dengan nama Indonesia, nama Indonesia ternyata menjadi salah satu negara yang saat amat diperhitungkan oleh federasi sepakbola dunia, FIFA.
Bagaimana tidak, FIFA melihat potensi pasar yang besar untuk industri sepak bola di Indonesia. Salah satu tolok ukurnya adalah Indonesia memiliki pecinta sepak bola terbesar.
Meski Timnas Indonesia tak ikut dalam event bergengsi itu, nyatanya FIFA memberikan penghormatan dengan banyaknya jumlah akreditasi wartawan dari Indonesia.
Akreditasi itu berupa kartu pers resmi FIFA yang khusus digunakan dalam Piala Dunia 2018.
Dengan kartu pers khusus itu, wartawan yang menggunakannya bisa masuk ke stadion, menonton laga, masuk ke mixed zone, dan mengikuti acara resmi FIFA lainnya.
Seperti datang ke markas-markas negara, hingga membuat wartawan berhak memakai jasa transportasi umum secara gratis.
Sedikitnya, sepuluh kartu pers resmi didistribusikan FIFA ke Indonesia untuk ikut serta melakukan peliputan Piala Dunia 2018 di Rusia. Hal ini setidaknya mampu mengangkat nama Indonesia dalam ajang tersebut.
Bahkan, jumlah 10 kartu pers yang diperuntukkan bagi Indonesia itu membuat para wartawan dari negara-negara lain ikut terkesima.
Seorang wartawan The National, sebuah koran di Dubai, John McAuley, mengakui bahwa jumlah itu sangat tinggi bagi negara yang timnas-nya tak ikut serta di Piala Dunia.
Padahal maksimal hanya sampai lima akreditasi. “Kalian dapat banyak sekali, saya heran. Tidak mungkin bagi negara non-partisipan dari region kami bisa mendapatkan jumlah sebanyak itu,” ungkap McAuley.
Wah, ternyata negara kita memang cukup diperhitungkan FIFA, UCers. Bagaimana menurut anda?
Sumber


