Kendati demikian memang tanpa sosok pemain satu ini nasib Indonesia sejatinya sanggup bersaing dengan tim-tim asal Asia lainnya bahkan digadang-gadang kita sudah mampu selevel dengan mereka. Sayangnya kita hanya kalah dalam pertandingan melawan UEA yang mana nasib kita ditentukan lewat adu tendangan penalti dan banyak kontroversi dari wasit juga yang menjadi kendalanya.
Namun, setelah kegagalan Timnas Indonesia U-23 dari ajang Asian Games dan mendekatnya persiapan mereka menuju ajang Piala AFF kembali nama Ferdinand Sinaga eks striker Persib Bandung itu mencuat namanya. Bahkan pemain satu ini dinilai lebih baik pencapaian individunya ketimbang Beto dan Lilipaly.
Beto dan Lilipaly hanya mampu melesakan torehan masing-masing empat gol akan tetapi mereka masih kalah kelas dengan Ferdinand Sinaga yang sukses mencetak 6 gol pada Asian Games 2014 silam.
Kendati dia hanya bermodalkan Liga lokal namun dia sukses membuat catatan impresif itu, sayang sekali satu hal yang sulit dibenahi Ferdinand Sinaga adalah mentalitas di lapangan yang kerap tersulut emosi manakala di provokasi oleh lawan.
Sumber

