Leeds United bahkan sempat menjadi juara Liga Inggris terakhir dimusim 1991-1992 sebelum berganti nama menjadi Premier League di tahun 1992.
Setelah dilatih David O'Leary, Leeds bahkan sempat menembus semifinal Piala UEFA pada 1999/2000 dan semifinal Liga Champions di musim berikutnya 2000/2001.
Hanya saja setelah mengalami krisis keuangan dan menjual pemain-pemain terbaiknya Leeds seakan hilang dari peredaran dan terjatuh ke kompetisi kasta ketiga League One pada 2007 hingga 2010.
Dan hingga kini mereka bisa bertahan di Championship dengan beberapa pergantian pemilik.
Setelah melalui banyak konflik internal, pemilik Leeds saat ini asal Italia Andrea Radrizzani yang sebelumnya mengambil 50% saham dari pemilik sebelumnya yang juga pemilik klub Cagliari Massimiliano Cellino memutuskan mengambil 100% saham pada 2017 dan menguasai klub ini.
Dia pula yang membawa sang maestro pelatih asal Argentina Marcelo Bielsa menjadi pelatih setelah mengalami musim buruk menangani Lazio dan Lille sebelumnya.
Di tangan Marcelo Bielsa musim ini, Leeds benar-benar jauh lebih baik dan bahkan tidak terlihat kehancuran Leeds musim lalu saat hanya berhasil menduduki peringkat 13 klasemen Championship.
Bielsa bahkan berhasil membawa Leeds menjadi pemuncak klasemen dengan 13 poin tanpa pernah menelan kekalahan dan permainan mereka pun berubah total menjadi klub dengan permainan atraktif menyerang.
Jarang sekali pemain Leeds memegang bola lama-lama. Bielsa yang menjadi panutan para pemain yang kini sudah menjadi pelatih macam Diego Maradona, Diego Simeone, Marcello Gallardo dan mencatatkan 1 gelar juara olimpiade 2004 bersama Argentina.
Memang memiliki pakem cepat dan bermain secara tim. Seluruh pemain menjadi elemen penting dalam skuatnya karena Bielsa sering merotasi pemainnya.
Menggunakan patron 4-2-3-1 permainan Leeds kini lebih mirip tim-tim kuat di Premier League macam Manchester City dan Chelsea yang bermain atraktif dan cepat dari kaki ke kaki. Simaklah video permainan Leeds berikut sebagai bukti cantiknya permainan mereka.
Satu lagi kelebihan Bielsa adalah mampu memaksimalkan para pemain muda menjadi pemain bintang. Para pemain muda Leeds macam kiper Bailey Peacock-Farell (21), gelandang bertahan Kalvin Phillips (22), Jamie Shackleton (18) mendapat giliran bermain.
Striker Kemar Roofe (25) bahkan sudah mengoleksi 4 gol dari 5 laga, sedangkan para gelandang Pablo Hernandez dan Mateuz Klich masing-masing mengoleksi 3 gol.
Sebagai bonus, Mateuz Klich bahkan dipanggil timnas Polandia karena efek penampilannya yang lugas sebagai gelandang tengah.
Ada juga sayap Ezjgan Alionski dan Samu Saiz yang juga melejit musim ini. Nama-nama yang hadir sebagai starter bahkan cukup mengejutkan pendukung Leeds karena banyak nama-nama baru yang dihadirkan oleh Bielsa.
Kini nostalgia masa-masa indah itu mulai dirajut kembali oleh Bielsa agar Leeds United bisa kembali menuju Premier League dan itu sudah dibuktikan dengan dominasi mereka di ajang Championship dalam 5 laga pertama mereka. Lanjutkan kejutanmu Bielsa bersama Leeds United!
Sumber


