Karena ulahnya itu di yakini menjadi penyebab kekalahan Timnas Indonesia U-23 dilibas UEA dengan skor 3-4 lewat adu finalti dan pulang lebih cepat dari ajang tersebut.
Wasit asal Australia itu tentu masih dalam ingatan Bobotoh suporter Persib Bandung, Shaun pernah beraksi dengan tiga keputusan kontroversial pada laga Liga 1 musim 2017 antara Persib kontra Persija Jakarta, awal November 2017 tahun lalu.
Evans menganulir gol Ezechiel N'Douassel, mengeluarkan dua kartu kuning beruntun untuk Vladimir Vujovic, dan mengakhiri pertandingan pada menit ke-83.
Ya, Keputusan aneh wasit itu kembali diperlihatkan Shaun Evans pada babak pertama dan kedua, dengan aksinya dua finalti yang di dapatkan UEA berbuah gol di laga Indonesia kontra UEA, di Stadion Wibawa Mukti, Jumat (24/08).
Meskipun Indonesia menyamakan sampai babak tambahan 2×15 menit, akhinya langkah Indonesia U-23 harus terhenti di jegal UEA pada adu finalti.
Lantas, meskipun langkah Indonesia terhenti, di ambil dari sisi baiknya Timnas Indonesia U-23 tetap diuntungkan lantaran mendapatkan pelajaran yang berharga atas kekalahan ini, perihal ini bukan berarti langkah Indonesia terhenti untuk tetap berprestasi yang tentunya di laga lainnya.
Maka dari itu, pada tahun-tahun berikutnya Indonesia bakal menargetkan lolos ke Piala Dunia, dan mungkin pada saat babak kualifikasi akan mempertemukan mereka kembali sehingga pada beberapa tahun lagi pemain Indonesia U-23 sekarang menjadi Timnas senior nanti.
Nah, bagaimana pendapat anda sobat UCer's mengenai Timnas Indonesia U-23 sejauh ini? Dengan keputusan wasit berikan dua finalti untuk UEA, apa tanggapan anda? Dan, bagaimana dengan Luis Milla?
Sumber

