Telah banyak turnamen dan ajang resmi telah dilalui Luis Milla bersama Timnas U-23 untuk persiapan demi target itu.
Saat ajang sebenarnya (Asian Games 2018), Luis Milla telah melakukan hal besar bagi Timnas U-23 dengan bawa Timnas U-23 lolos ke fase gugur dengan status juara grup.
Namun sayangnya langkah Timnas U-23 terhenti di babak 16 besar usai kalah lawan Uni Emirat Arab melalui babak adu penalti.
Sejujurnya Luis Milla telah maksimal mengemban tugasnya, namun dia gagal menularkan mental juara pada para pemain Timnas U-23 terutama saat babak adu penalti.
Harus diakui, negara asal Luis Milla (Spanyol) juga tak terlalu jago dalam urusan babak adu penalti.
Ada satu negara yang jago masalah adu penalti ini yaitu Jerman. Ya, Jerman selalu punya mental juara saat babak adu penalti dan jarang sekali mengalami kekalahan dalam babak ini.
Berkaca pada itu, baiknya PSSI menyudahi kontrak Luis Milla dan tak perlu memperpanjangnya.
Lebih baik, PSSI mulai mencari pelatih dari Jerman yang sudah jelas punya mental juara saat adu penalti.
Mengingat Timnas gagal juara akhir-akhir ini kurang lebih gara-gara adu penalti, Timnas U-19 kalah disemifinal Piala AFF U-18 2018 karena adu penalti, sekarang ditambah Timnas U-23.
Hanya Timnas U-16 yang selamat dari petaka adu penalti dan juara piala AFF U-16 2018.
Piala AFF tinggal sebentar lagi, ayo PSSI cari pelatih yang bermental juara adu penalti dari Jerman, demi akhiri petaka/kutukan babak adu penalti yang begitu menyakitkan ini.
Sumber

