Meski kepemimpinan wasit mendapat tempat buruk di mata banyak orang, sudah seharusnya sepakbola kita move on. Memperbaiki masa depan lagi.
Termasuk menjawab pertanyaan, apakah Luis Milla harus dipertahankan? Karena ajang Asian Games 2018 ini, sejatinya adalah evaluasi terakhir Milla mengenai target-target prestasi yang dibebankan kepadanya.
Pelatih eks pemain Barcelona sekaligus Madrid itu memang sangat emosional merespon hasil ini. Dia sangat kecewa terhadap kepemimpinan wasit Robert Shaun Evans, yang dianggap tak kompeten dan tak punya hati.
Sampai-sampai Luis Milla harus menenangkan diri ke kampung halamannya, Spanyol. Mungkin dia butuh menetralisir rasa kecewa dan gejolak amarah.
"Terima kasih. Saya tidak bisa ucapkan kata-kata. Terima kasih juga atas masukan dan kritikan kepada saya dari teman-teman media.
Teman-teman media di sini sudah sangat baik kepada saya. Sekali lagi terima kasih atas respeknya," imbuhnya.
Entah langkah apa yang akan diambil PSSI setelah ini. Menilik dari prestasi, Milla memang belum menghadirkan apa-apa.
Namun dilihat dari progres permainan Timnas, terlihat pergerakan positif dari Hansamu Yama dkk. Timnas mulai bermain dengan pola enak ditonton, dan sudah jarang terburu-buru.
Sumber


