Laga ini adalah laga pertama bagi skuad didikan Luis Milla, namun merupakan laga kedua Timnas Taiwan yang seperti kita ketahui, mereka telah berhasil menahan gempuran Timnas Palestina dengan skor imbang tanpa gol.
Hasil tersebut merupakan pencapaian yang sangat gemilang oleh Taiwan, mengingat sepanjang pertandingan, Palestina mencatatkan 38 tembakan dengan 19 di antaranya tepat ke arah gawang.
"Kami menyelesaikan misi sulit di pertandingan pertama. Strategi bertahan yang kami terapkan berjalan dengan baik.
Kami sekarang merasa sangat percaya diri." Ucap Pelatih Taiwan, Pen Wushung seperti yang dikutip dari aseangames2018.id (12/8/2018).
Dapat kita simpulkan bahwa, strategi bertahan menjadi pilihan utama Pelatih Taiwan, Pen Wushung. Sehingga menjadi PR bagi Luis Milla untuk bisa menembus pertahanan mereka dengan strategi terbaik, seperti:
1. Strategi pertama tentu saja dengan menerapkan strategi baku Luis Milla, dengan 4-2-3-1. Alberto Goncalves akan mendapatkan support dari Febri Haryadi dan Irfan Jaya, dimana Stefano Lilipaly mengintai kesempatan sebagai second-striker.
Dengan menempatkan 3 penyerang di lini depan, memungkinkan Luis Milla untuk berkreasi di lini tengah.
Febri Haryadi diharapkan untuk meminimalisir tariannya, untuk langsung memberikan umpan matang kepada Goncalves maupun Ilham Udin.
Masih kurang dengan 3 penyerang, Luis Milla bisa langsung menurunkan 4 pemain sebagai penyerang.
Detilnya, Lilipaly dan Beto Goncalves berduet di lini depan, dengan dibantu oleh Irfan Jaya dan Febri Haryadi.
Sumber


