Wasit yang juga memiliki rekam jejak kontroversial saat memimpin laga di Liga 1 ini dinilai sangat berat sebelah memimpin laga.
Pelatih Timnas U-23, Luis Milla bahkan tak ragu menyebut bahwa Evans tak layak untuk bisa memimpin laga di Asian Games 2018.
"Kami malam ini bermain melawan wasit dari UAE. Dia memberi 2 kali pinalti dan seharusnya ada 1 kartu merah. Kita tuan rumah kok tapi begini ?" ucap Luis Milla.
"Wasit tidak punya level dan dia tidak punya hati. Dia tidak melihat perjuangan pemain yang masih muda yang masih punya harapan panjang.
Dan menurut saya dia tidak bisa melanjutkan perannya di Asian Games ini. Dia tidak punya kelas untuk jadi wasit!" kata Milla seperti dikutip dari tribunnews.com (25/08/18).
Jika merujuk pada pertandingan melawan UEA, pernyataan Milla memang tak berlebihan.
Dari dua gol yang dicetak UEA lewat titik putih, kesemuanya layak untuk diperdebatkan dan berujung pada pernyataan sepertinya Evans memang lebih 'membela' UEA.
Di penalti pertama, pemain UEA tak benar-benar sengaja dijatuhkan oleh Andy Setyo.
Dari tayangan ulang, terlihat pemain UEA bernomor punggung 27, Zayed Alameri itu tak sengaja terjatuh karena tumitnya bersenggolan dengan kaki pemain PS Tira tersebut.
Sedangkan di penalti kedua, juga tak ada pelanggaran berarti dari Hansamu Yama kepada pemain nomor punggung 20 UEA.
Ia terlihat seperti menari tak jelas dan kemudian terpeleset sendiri.
Tapi apa mau dikata, bagi Evans, kondisi seperti itulah yang membuat dirinya bisa 'bermain' untuk UEA. Itu hanya 2 contoh, di laga 2x45 menit tersebut banyak keputusan Evans yang sangat berat sebelah.
Nah pertanyaannya kemudian, apakah mungkin ada konspirasi dari kekalahan Timnas U-23 di Asian Games 2018 ini?
Pertanyaan awalnya, siapa yang memilih wasit seperti Evans memimpin di Asian Games 2018?
Pasalnya tak hanya bermasalah di Liga 1, Evans pun memiliki rekam jejak buruk selama memimpin pertandingan di Liga Australia sejak 2016 lalu.
Pengamat sepakbola, Akmal Marhali menyebut bahwa pihak AFC yang menunjuk wasit di Asian Games 2018, termasuk Evans.
Sayangnya, mengapa Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) lolos mengamati kinerja buruk Evans yang di negaranya sendiri dan Liga 1.
Serta tetap memasukan nama Evans sebagai sang pengadil di Asian Games 2018? Pertanyaan yang sulit dijawab bukan!
Sumber


