Total, hingga pekan ke-20 ini, Lilipaly telah menyumbang 10 gol dari 17 laga bersama Bali United, dan hanya selisih 4 gol dari pemuncak topskor yang dipimpin oleh Fernando Rodriquez.
Pencapaian itulah yang membuatnya dipercaya menjadi bomber bersama tiga pemain senior lainnya yang ikut bergabung bersama Timnas Indonesia U23 di Asian Games.
Rupanya Luis Milla tak salah pilih. Di babak fase grup, Lilipaly menyumbang tiga gol untuk Timnas U23, salah satunya ke gawang Hongkong di menit ke-86.
Berdasarkan data yang dikutip dari BolaSports dan Transfermarkt, sebelum menjadi bomber ganas, Lilipaly pernah menjadi bek sayap, gelandang bertahan dan winger.
Saat masih memperkuat FC Utrecht dan Almere City, Lilipaly menempati posisi gelandang. Bahkan, ia pernah ditugaskan mengisi posisi bek kanan oleh pelatih Almere City.
Sejak itu, posisi Lilipaly berubah menjadi pemain bek kanan sampai ia hengkang ke SC Telstar.
Di klub barunya ini Lilipaly mengisi berbagai posisi. Pernah menjadi bek kanan, bek tengah, sayap kiri, gelandang dan beberapa kali sebagai penyerang.
Saat dipanggil kali pertama oleh pelatih Alfred Riedl di Timnas Indonesia kala itu, Lilipaly mengisi posisi gelandang tengah.
Dari SC Telstar, Lilipaly hijrah ke SC Cambuur yang kemudian dipercaya sebagai pemain sayap dan gelandang serang.
Sejak itu, posisi Stefano Lilipaly tampak ganas jika dimainkan sebagai gelandang serang atau winger kita berseragam Bali United dan Timnas Indonesia.
Semoga saja di posisi tersebut Lilipaly terus tampil menakutkan hingga menjadi mesin gol bagi Timnas Indonesia U23 hingga meraih gelar juara di Asian Games! Mari kita doakan bersama.
Sumber


