Walau dalam konteks persaingan kita selalu gagal melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Kita mungkin bisa merajai AFF akan tetapi untuk level kompetisi seperti Piala Asia kita masih terbata-bata dan bahkan untuk lolos pun selalu mendapatkan kegagalan.
Inilah yang membuat kita merasa sangat sulit menemukan arti persepakbolaan yang benar-benar klop seperti negara lainnya.
Misalnya saja pada Asian Games tahun ini ketika Timnas Indonesia U 23 sudah mulai memiliki susunan tim yang baik, memiliki filosofi, dan memiliki ritme permainan yang baik namun sayang kita hanya kandas di babak 16 besar.
Namun kekalahan tersebut bisa dikatakan sebuah keberuntungan saja bagi UEA yang sukses mengalahkan Indonesia lewat drama adu tendangan penalti.
Tetapi seandainya saja para petinggi PSSI melihat Milla sebagai cikal bakal kesuksesan Timnas Indonesia di masa depan maka sudah seharusnya mereka mau memperpanjang kontraknya.
Bahkan jauh hari sebelum Timnas Indonesia seperti sekarang ini, sosok Cesc Fabregas pun pernah mengutarakan rasa bangganya ketika melawan Timnas Indonesia yang berharap kelak bisa melawan Timnas Indonesia.
Pernyataan ini Fabregas ucapkan pada tahun 2012 lalu ketika Ia selepas menghadapi Indonesia dalam laga uji coba yang berakhir imbang 1-1.
Bayangkan jika saja sekarang komposisi susunan permainan dan strategi Luis Milla terus dipertahankan dan di pertajam kemungkinan besar apa yang Fabregas harapkan pada Timnas kita di masa mendatang bisa terjadi.
Sumber


