Pelan-pelan organisasi permainan Timnas Merah Putih mulai tampak dibawah asuhan pelatih asal Spanyol tersebut.
Ya, bila dulu kita sering melihat pemain Timas bermain tergesar-gesa. Sering sekali melepaskan umpan bola lambung dari bawah yang tidak jelas.
Kini tiap kali Timnas Indonesia U-23 berlaga kita akan melihat permainan mereka yang enak dipandang oleh mata.
Bola tampak mengalir dari bawah ke lini serang, sayap-sayap garuda tampak berlari kencang untuk kemudian melepaskan umpan ke jantung pertahanan atau sesekali melakukan cut back untuk menyelinap ke dalam kotak penalti.
Penonton bersorak, gregetan melihat apiknya permainan Evan Dimas dan kawan-kawan dilapangan.
Namun tampaknya,kinerja bagus yang ditunjukan Milla ini tak cukup membuat PSSI befikir untuk segera menyodorkan kontrak jangka panjang kepada mantan arsitek Timnas Spanyol U-21 tersebut.
Bahkan bila target empat besar yang diberikan PSSI untuk Milla di Asian Games 2018 ini tak tercapai, induk federasi sepak bola tertinggi di tanah air itu siap untuk menggantinya.
Hal ini diungkapkan oleh Ketum PSSI, Edy Rahmyadi beberapa waktu yang lalu.
“Tergantung nanti Asian Games 2018, kami punya target di Asian Games. Wajar kalau kami lihat nanti bagaimana hasil yang sudah dipersiapkan selama dia melatih dua tahun,’’ ujar Edy.
Mirisnya bila nanri Milla terdepak dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia, PSSI justru akan mencarinya penggantinya dari pelatih di Liga 1.
“Kami lakukan seleksi termasuk dari Liga 1, baik untuk pelatih ataupun pemain untuk Piala AFF. Dalam waktu dekat akan ada jawabannya,’’ sambung pria yang baru saja terpilih sebagai Gubernur Sumatera Utara itu.
Lantas, akankah Milla justru digantikan pelatih dari Liga 1? Mari kita tunggu saja. Oh iya, apakah para pembaca setia Bola Liar setuju jika Milla digantikan oleh pelatih dari Liga 1?
Berikan pendapat kalian pada kolom komentar di bawah ini, terima kasih.
Sumber

