Banyak pihak berpendapat bahwa Luis Milla memang sangat cocok untuk tetap dipertahankan di Timnas, sejak kedatangannya telah membawa angin segar bagi kemajuan sepakbola tanah air.
Ungkapan yang senada juga diberikan oleh Ketum PSSI yang menyebutkan bahwa Luis Milla masih sangat layak duduk sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Akan tetapi untuk resminya beliau tidak bisa langsung memutuskan sendiri, harus menunggu keputusan sidang Exco.
"Kalau saya pribadi, Milla tetap bersama kita, masyarakat juga meminta seperti itu (mempertahankan Milla), saya juga sejalan dengan itu, saya sudah bujuk dia (Milla)," ucap Edy.
"Tetapi PSSI itu kan bukan cuma saya sendiri. Ada Exco. Saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri, kita lihat nanti keputusan Exco," tutupnya.
Disinggung masalah gaji yang disebut-sebut menjadi permasalahan PSSI, hingga tak kunjung bisa memberikan kepastian akan nasib Milla,
Manajemen Madura United, Achsanul Qosasi memberikan pendapatnya yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan yaitu dengan melibatkan pemerintah untuk bersedia mengalokasikan dana APBN guna menggaji Luis Milla di Timnas.
"Pemerintah harus mempertimbangkan untuk alokasi APBN bagi Timnas (bukan PSSI). Sehingga gaji pelatih menjadi beban negara.
Dengan garuda & merah putih di dada pemain, sangat layak untuk mendapat APBN. Rp250 Miliar sangat cukup untuk 1 tahun," ungkap Achsanul Qosasi, melansir dari IndoSport.com (28/8/18).
Selain itu, Achsanul Qosasi juga yakin jika gaji Luis Milla sekitar Rp500 juta itu sangat pantas ia terima, hal ini memang sesuai dengan kualitas yang dimilikinya.
"Gaji 500 juta(?) bagi Luis Milla, masih tergolong wajar, dan memang dia berkualitas. Tahun 2004 kita sudah berani menggaji Peter White dengan Rp150 juta. (14 tahun yang lalu).
Sepak bola memang mahal, sehingga butuh kehadiran negara, karena juga menjadi harga diri bangsa dan negara," pungkasnya.
Bagaimana sobat ucers, setujukah kalian jika dana untuk membayar gaji Luis Milla diambilkan dari APBN? Silahkan berikan komentar terbaik kalian.
Sumber


