Arsitek timnas Garuda Muda itu merasa sakit hati akibat kepemimpinan wasit Shaun Evans yang banyak memihak UEA.
Di saat yang sama, PSSI selaku otoritas tertinggi sepakbola tanah air belum memikirkan untuk memperpanjang kontrak Luis Milla.
Di sisi lain, PSSI telah menegaskan jika tugas Luis Milla memang hanya untuk menangani timnas U-23. Artinya, skuat timnas Indonesia senior yang bakal berlaga di Piala AFF 2018 akan ditangani oleh pelatih lain.
Dilansir bolasport.com (25/08/2018), salah satu pelatih yang dijagokan untuk menduduki kursi panas pelatih timnas Indonesia senior adalah Roberto Carlos Mario Gomez.
Arsitek berkebangsaan Argentina itu dinilai layak untuk menjadi orang nomor satu di jajaran kepelatihan timnas Garuda.
Saat ini, Mario Gomez masih menjalankan tugas sebagai pelatih Persib Bandung di Liga 1 Indonesia 2018.
Berkat sentuhan tangan dinginnya, tim Maung Bandung bisa bertengger di puncak klasemen sementara Liga 1.
Sosok Mario Gomez juga sudah akrab dengan iklim sepakbola Asia Tenggara, sebelum menukangi Persib, ia sempat melatih klub kaya raya Malaysia, Johor Darul Ta'zim.
Roberto Carlos Mario Gomez juga memiliki pengalaman melatih di Eropa.
Ia sempat menjadi asisten dari pelatih kenamaan Hector Cuper di beberapa klub Eropa, di antaranya Valencia dan Inter Milan.
Ia juga sempat menangani sejumlah klub di negara asalnya, Argentina.
Bagaimana menurut sobat UCers? Apakah Mario Gomez layak menjadi pelatih timnas senior di ajang AFF Cup 2018?
Sampaikan pendapat kalian di kolom komentar ya!
Sumber

