Hal itu dikatakan mantan guru filsafat Mourinho, Manuel Sergio, yang menyebut muridnya sebagai salah satu pelatih terbaik di dunia.
Mourinho kini berusia 49 tahun dan menjadi salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepakbola, setelah dia memenangkan satu Piala UEFA, dua liga Inggris, dua Serie A dan dua gelar Liga Champions, serta satu gelar La Liga.
Namun, pelatih kerkebangsaan Portugal itu sering mendapat kecaman karena pemikiran dan sikapnya yang dianggap kontroversial.
Tapi Sergio menjelaskan, hal itu adalah cara Mourinho untuk memahami bahwa dalam satu pertandingan terdapat lebih dari sekadar dua tim di dalam satu lapangan.
"Mourinho ingin memahami bahwa sepakbola bukan hanya aktivitas fisik, tapi ada banyak hal lain, bahwa itu adalah aktivitas manusia," kata Sergio, seperti dilansir AS, Senin (16/7/2012).
"Untuk mengetahui tentang sepakbola, dia (Mourinho) perlu tahu banyak tentang manusia, tidak hanya tentang apa yang terjadi di lapangan.
Agar sukses, dia mengerti bahwa dia perlu tahu apa yang ada di belakang sepakbola,” paparnya. "Dia tahu bahwa memimpin adalah membimbing, tetapi dengan nilai-nilai khusus.
Dia mempersiapkan pemainnya tidak hanya teknis, tetapi juga mental, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan di lapangan,” ungkapnya.
Berikut beberapa bukti bahwa Mourinho dapat memenangkan pertandingan tidak hanya dari taktik saja, namun lebih dari itu dari aktivitas manusia.
Nemanja Matic mengungkap kata-kata yang diucapkan oleh Jose Mourinho di ruang ganti kala Manchester United menang 1-0 atas Benfica pada Liga Champion tahun 2017 lalu. Saat itu United kesulitan di babak pertama di Benfica.
Penampilan mereka membaik di babak kedua, di mana Marcus Rashford mencetak gol kemenangan via tendangan bebas.
Usai pertandingan, Matic mengatakan Mourinho meminta Setan Merah untuk mengincar kiper Benfica, Mile Svilar.
"Manajer meminta kami untuk coba dan menembak dan melepas umpan silang di depan kiper mereka, karena dia masih muda dan memainkan pertandingan pertamanya." ujar matic.
Intruksi Mourinho pun terbukti, kiper Benfica itu melakukan blunder. Sepakan tendangan bebas Rasford sebenarnya mudah ditangkap atau bisa saja Mile Svilar menangkisnya dengan membuang ke atas gawang.
Seperti yang dilihat Mou, Kiper tersebut masih muda, baru memainkan pertandingan pertamanya di liga champions.
Dia pasti grogi sehingga tangkapannya melewati garis gawang yang artinya meskipun bola itu berhail ditangkap tetapi tetap gol karena telah melewati garis gawang. cek video berdurasi 40 detik dibawah ini.
Dilansir dari bolasport.com, Media Spanyol, Mundo Deportivo, menjuluki Mourinho dengan sebutan Mister Excusas yang artinya si pencari alasan.
Satu kejadian yang menggambarkan julukan tersebut adalah saat Mourinho pernah menuduh ada konspirasi UEFA untuk menyingkirkan timnya dari ajang Liga Champions.
Pernyataan Mourinho tersebut merujuk pada insiden kartu merah Pepe yang dianggapnya tak pantas karena bek andalan Los Blancos tersebut tak menyentuh bek kanan Barcelona, Dani Alves.
Sebenarnya tak hanya itu, Mourinho kerap mencari-cari alasan saat timnya meraih kekalahan. Ada saja kalimat yang keluar dari mulutnya untuk sekedar melakukan pembelaan terhadap tim dan dirinya.
Meski dianggap sebagai sosok pelatih yang suka mencari alasan, namun Mourinho memiliki prinsip yang cukup kuat.
Prinsip itulah yang nantinya bisa menguatkan mental para pemain yang ia latih. “Ketika tim menang, maka hal tersebut merupakan keberhasilan tim. Namun, jika tim kalah, sayalah yang bodoh.” ucap mourinho dilansir dari bolasport.com.
Sebenarnya hal tersebut ia lakukan karena ia mengenal manusia tadi. Ia tak ingin mental Pepe menjadi melemah di pertandingan selanjutnya.
Ia tidak ingin mental pera pemainnya melemah pada pertandingan selanjutnya. Oleh karena itu dengan jeniusnya ia selalu mencari alasan atau mengkambinghitamkan apapun selain pemainnya sendiri.
Ingat ketika pemain madrid berseteru dengan barcelona, kemudian ia mencolok mata tito?. Yakin karena dia orang yang emosian? yakin itu memang murni karena ia emosi?.
Menurut penulis, itu hanya cara dia agar hanya dia saja yang akan menjadi Headline madrid vs barca kala itu. Bukan pemainnya yang bermain buruk atau kesalahan pemainnya dan kelakuan pemainnya.
Beritanya adalah tentang dia yang mencolok mata tito sehingga pemainnya tetap fokus untuk pertandingan selanjutnya.Mourinho juga terkenal handal membangkitkan moral dan mental para pemainnnya. Mourinho dianggap sebagai sang penghidup.
Ia bisa menghidupkan suasana di dalam skuatnya. Pernah satu waktu, Mourinho memberikan motivasi dengan cara berbeda kepada Karim Benzema saat melatih Madrid.
Dilansir dari bolasport.com, Mourinho menyebut Benzema sebagai kucing yang tak haus gol. Namun, apa yang terjadi? Striker asal Prancis tersebut justru terpacu dan menaikkan semangatnya hingga ia tampil sebagai striker subur bagi Los Blancos.
Ada juga Mesut Ozil yang mengaku pernah dipanggil pengecut dan bayi cengeng oleh Jose Mourinho ketika sama-sama berada di Real Madrid.
Mou Tidak puas dengan performa Ozil sehingga ia pum melontarkan kritik dengan sindiran keras. Saking kesalnya, Ozil merespons dengan melempar kostumnya dan menantang pelatih asal Portugal itu bermain di lapangan.
Dilansir dari bola.com, Ozil meceritakan perselisihannya dengan sang pelatih saat itu. "Mourinho hanya tertawa dan mengatakan, 'Apakah Anda sudah menyerah?
Anda seorang pengecut. Apa yang ingin Anda lakukan? Mandi dengan air hangat dan berkeramas? Apakah Anda ingin sendirian Atau menunjukkan kepada rekan-rekan setim, para suporter dan saya apa yang bisa Anda lakukan?
Kenapa Anda tidak menangis, Mesut! Anda seperti bayi dan pergi ke kamar mandi. Kami tidak membutuhkan Anda'," tuturnya.
"Saya mengambil handuk dan berjalan di depan dia menuju kamar mandi tanpa mengatakan satu kata pun kepadanya. Kemudian, saya meminta maaf atas sikap saya kepada kapten Sergio Ramos dan semua rekan setim," lanjut pemain 28 tahun tersebut.
"Pada akhirnya, saya memahami kenapa Mourinho meneriaki saya seperti itu di depan para pemain lain. Dia ingin memperjelas jika dia tidak ingin saya bersantai. Dia ingin mengeluarkan saya dari zona nyaman, menjadi lebih kuat dan mendorong saya untuk terus berkembang," imbuhnya.
"Mourinho benar saat itu. Saya merasa bermain indah sudah cukup ketika tiba di Madrid. Saya terlalu cepat puas. Mourinho menekan saya dan saya berterima kasih kepadanya untuk hal tersebut," tambahnya.
"Dia juga meminta maaf atas pilihan kata-katanya. Dia memperjelas bahwa dia ingin mengeluarkan kemampuan terbaik saya," tutupnya.
Bagaimana hasilnya? Ia menjadi pemain yang sukses bersama real madrid hingga ketika ozil hengkang betapa marahnya Cristiano Ronaldo saat itu.
Penampilannya di Real madrid mungkin merupakan penampilan terbaiknya, pasalnya setelah berseragam Arsenal ia seperti bukan Ozil sang raja asist yang dulu berseragam Real madrid.
Sumber


