“Kontraknya sampai 31 Desember, terdapat evaluasi yang sangat besar terhadapnya. Segalanya bisa terjadi. Kita harus memahami keinginan klubnya.
Jika Inter menerima tawaran lain, mereka akan mengirimnya ke klub itu, jika tidak, dia bisa terus bersama kami.”
Gabigol, yang kembali ke Santos Januari lalu setelah pengalaman gagal di Benfica itu terikat kontrak di Inter hingga 30 Juni 2021 dengan bayaran 3 juta per musim.
Dalam 30 penampilan di tahun kedua di Brazil, ia hanya mengemas 8 gol di semua kompetisi. Itu tentu kontraproduktif dengan banderol dirinya ketika dibawa oleh Inter dua tahun silam yang nyaris 30 juta euro.
Masalah Nerazzurri yang harus diatasi adalah bagaimana menjual dirinya yang pada 30 Juni 2018 memiliki nilai jual 21.6 juta euro.
Amortisasi yang besar dari pemain Brazil dan juga rekannya, Joao Mario, adalah alasan utama yang menjadikan klub hanya separuh mencapai break even pada laporan keuangan 2017.
Kedua pembelian ini terbukti salah kaprah dan orang-orang di Corso Vittorio Emanuele masih belum memiliki solusi.
Teruntuk Gabigol, ini bukan karena Inter tidak menginginkan dia pulang ketika masa peminjaman berakhir.
Namun karena Gabigol ketika pulang ke Brazil, kini ia menyandang status pemain nonEU karena dua slot musim ini telah Inter habiskan pada Lautaro dan Keita.
Dengan kata lain apabila Santos di akhir peminjamannya memilih untuk tidak menambah peminjaman pemain, maka Gabigol akan pulang ke Italia di paruh musim.ini.
Dan akan menghabiskan 6 bulan percuma karena kuota non-EU klub telah habis, sehingga ia akan menghabiskan waktu hanya berlatih di Appiano Gentile tanpa bisa dimainkan di pertandingan resmi.
Skenario terbaik adalah menemukan peminat dalam empat bulan ke depan namun di sini baiknya adalah keterbukaan Santos untuk menambah enam bulan peminjaman lagi.
Sumber

