Inilah Anak Asuh Luis Milla Yang Jadi Bintang Top

Inilah Anak Asuh Luis Milla Yang Jadi Bintang Top

Luis Milla bukan hanya membuat banyak pembenahan di sisi teknis dan mental Timnas Indonesia.



Namun dalam dua tahun masa tugasnya di Indonesia, pria berpaspor Spanyol tersebut, ternyata juga sukses mengorbitkan sejumlah pemain muda, hingga jadi andalan bagi klubnya.

Lalu, siapa sajakah pemain muda yang sukses bersinar terang berkat tangan dingin Milla? Berikut adalah ulasan nya untuk anda:

1. Septian David Maulana


Pemain asal Semarang ini sebelum kehadiran Luis Milla, hanyalah seorang winger/ penyerang di Timnas U-19 dan juga Mitra Kukar.

Bahkan di bahwa pelatihan Indra Sjafri saat itu, Septian masih kalah saing dibanding Ilham Udin Armayn, Maldini Palli dan Muchlis Hadi Ning.

Namun rupanya Milla melihat potensi lain dalam diri pemuda asal Semarang Jawa Tengah tersebut. Bukan lagi jadi winger, melainkan Septian justru ditempatkan Milla sebagai second line, atau false nine striker.

Peran ini terasa begitu efektif, ketika Septian David membela Timnas di ajang SEA Games Malaysia 2017. gol dan assist pun lahir dari kedua kaki nya. Ia pun saat itu sukses menghantarkan Timnas meraih medali perunggu.

Selanjutnya, peran ini pun terus ia lakoni, termasuk ketika membela klubnya Mitra Kukar. Bukan hanya di level Timnas, Septian kini juga cukup disegani di tatanan klub Liga 1, ketika bermain sebagai second line.

2. Febri Haryadi


Sebelum masuk Timnas Milla, nama Febri memang belum pernah muncul di tataran Tim Nasional. Namun untuk di level klub, permainannya memang sudah cukup dikenal bersama Persib Bandung.

Bersama Milla, Febri ditempatkan sebagai winger kanan yang sangat berbahaya. Berbekal kecepatan dan gocekan maut, ia selalu dipercaya oleh Milla di skuat inti.

Namun bersama Milla, Febri dipaksa belajar ilmu baru. Yaitu melakukan crossing dengan baik, dan juga bertahan. Sehingga kemampuannya semakin komplit.

Berkat kecemerlangannya di Timnas, Febri kini juga sukses selalu mengunci posisi inti bersama klub kebanggannya Persib Bandung.

Namun sayangnya, kiprah Febri di Timnas seperti tidak mampu menyenangkan semua orang.

Permainannya banyak menimbulkan kontroversi. Di satu sisi dianggap istimewa, namun di sisi lain juga dianggap tidak konsisten.

3. Saddil Ramdani

Saddil merupakan punggawa termuda yang mengorbit di era Milla. Belum genap 19 tahun, namun namanya tak pernah ketinggalan untuk disertakan mantan pelatih timnas Spanyol U-21 tersebut di dalam skuatnya.

Jika sebelumnya Saddil dikenal dengan kecepatan dan dribelnya. Namun di bawah Luis Milla ia kemampuannya semakin komplit.

Selain permainanya semakin efektif dan dewasa, Saddil juga kini punya tendangan geledek yang luar biasa. Saddil bisa dibilang jadi supersub bagi seorang Luis Milla.

Tapi jika di level klub, nama Saddil tidak pernah tidak masuk dalam starting eleven Persela Lamongan. Kini dia jadi salah satu idola di klub berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.

4. Rezaldi Hehanusa

Nama Gavin Kwan nyaris tenggelam. Setelah masa kecilnya sempat jadi wonderkid dengan bermain di klub Rumania CFR Cluj.

Namun ketika mencoba peruntungan di Tanah Air, Gavin justru sulit berkembang. Tapi semua berubah ketika ia bergabung dengan Barito Putera. Dimana pelatih Jacksen F Tiago selalu memberinya kepercayaan.

Meskipun saat itu belum terlalu menonjol. Pemain yang dahulunya penyerang ini, rupanya menarik perhatian Luis Milla.

Ia pun memanggil Gavin ke skuatnya. Kejuaraan pertama yang dilakoni Gavin bersama Luis Milla adalah SEA Games Malaysia 2017.

Sempat dipandang sebelah mata publik, Gavin justru menunjukkan performa memukau di multi event 4 tahunan tersebut. Ia sukses tampil sebagai full back yang mampu bermain konsisten dan lugas.

Performa ciamik Gavin pun terus bertahan hingga ia kembali ke Barito Putera. Secara otomatis posisi pemain inti juga sudah ia raih di Laskar Antasari.

Sejak saat itu, nama Gavin tidak pernah absen dipanggil Luis Milla ke timnas, asal sedang tidak dalam kondisi cedera.


Sumber


Contact Us

Name

Email *

Message *

Categories

Powered by Blogger.

Arsip Blog