Kekalahan Indonesia 2-1 atas Palestina memang sangat tak di harapkan oleh pihak Indonesia. Semua kemampuan sudah di kerahkan oleh pemain dan pelatih.
Suporter pun tak henti hentinya mendukung pemain yang berlaga. Lalu dimana letak kesalahan Indonesia?
Banyak masyarakat menilai bahwa taktik yang dimainkan oleh Luis Milla saat lawan Palestina adalah suatu taktik yang gagal. Luis Milla berjudi dengan menggunakan taktik baru saat melawan tim kuat Palestina.
Luis Milla sering menggunakan formasi 4-3-3 di sepanjang laga dan mengandalkan Evan Dimas di lini tengah Indonesia.
Tapi ketika melawan Palestina kemarin Luis Milla malah menggunakan formasi 4-2-3-1 dan menempatkan Lilipaly sebagai penyerang tunggal, padahal Lilipaly bukanlah berposisi sebagai Striker.
9Kontra strategi yang di berikan Luis Milla tersebut karena Luis Milla lebih mengutamakan 'Anak Emasnya' ketimbang taktik yang baik.
Ya, Luis Mila lebih memilih memasukan Septian David Maulana dari pada Beto goncalves yang merupaka satu satunya striker murni yang dimiliki Indonesia.
Bahkan yang lebih heran lagi ketika Luis Milla lebih mempercayakan Lini tengah kepada Zulfiandi dan Hargianto.
Padahal pertandingan sebelumnya Evan Dimas bermain sangat baik tetapi malah tak di pasang starter pada pertandingan tersebut.
Kesalahan Luis Milla tersebut membuat masyarakat Indonesia geram dan menyuruh Luis Milla memikirkan taktik yang baik daripada harus mementingkan 'anak emasnya' yaitu Septian David Maulana dan Zulfiandi.
Sumber


