Di babak pertama, timnas garuda muda harus tertinggal 0-1 dari Filipina.
Bermain di hadapan sekitar 17 ribu penonton, timnas Garuda bermain tidak terlalu baik di babak pertama.
Hingga menit ke 70, berkali kali peluang timnas Garuda gagal dikonversi menjadi gol.
Setelah menggempur pertahanan Filipina bertubi tubi, indonesia berhasil memecah kebuntuan di menit ke 80 lewat gol tendangan jarak jauh pemain asal Persela, Saddil Ramdani.
Di 10 menit terakhir pertandingan, indonesia berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-1 lewat 2 gol yang dicetak Sadil ramdani, Firza andika dan pemain asal papua Tod Rivaldo Ferre.
Permainan timnas Indonesia U-19 ini benar benar militan dan pantang menyerah sebelum peluit akhir dibunyikan.
Mengingatkan kita pada tim tim yang berlaga di piala dunia 2018, dimana banyak tim mampu membuat gol di menit menit akhir dan mampu membalikkan keadaan di masa masa injury time.
Korea Selatan mampu mengalahkan Jerman, dan berhasil mencetak gol di menit menit akhir. Demikian Juga Belgia, yang mampu membalikkan keadaan saat melawan Jepang di babak 16 besar.
Sebelumnya, Belgia tertinggal 2-0. Kemudian berhasil memenangkan pertandingan dan mencetak gol di masa masa injury time.
Timnas garuda muda benar benar mewarisi semangat pantang menyerah para pahlawan. Sang pelatih Indra Safrie mampu memotivasi pemain pemain muda kita untuk tidak menyerah hingga peluit akhir dibunyikan.
Di laga selanjutnya, Indonesia U-19 akan melawan Vietnam U-19 pada hari sabtu, 7 juli 2018.
Jika Indonesia mampu memetik 3 poin, maka Indonesia U-19 mampu mengamankan tiket melaju ke babak semifinal AFF U-19.
Sumber

