Pasukan Luis Milla harus mengakui keunggulan timnas UEA U-23 dalam babak adu penalti.
Kegagalan ini membuat pelatih Luis Milla mendapatkan sorotan setelah gagal mencapai target yang ditetapkan PSSI yang menginginkan masuk semifinal.
PSSI sendiri melalui ketua PSSI telah memberikan ultimatum apabila gagal mencapai target akan langsung dipecat.
"Milla itu pelatih bagus, melatihnya bagus. Ada perubahan, tapi kan keputusan PSSI tidak bisa (memecatnya) begitu saja. Ada rapat Exco nantinya," ungkap Edy Rahmayadi, Ketua PSSI.
Disisi lain banyak pihak dan pengamat yang meminta PSSI lebih bersabar dan menghargai proses. Belajar dari pengalaman, PSSI pernah memecat pelatih kelas dunia yang dinilai menjadi kesalahan besar.
Pada ajang Asian Games 2006 timnas Indonesia U-23 dilatih oleh pelatih kelas dunia yaitu Foppe De Haan.
Pada ajang Asian Games yang berlangsung di Qatar tersebut timnas Indonesia gagal meraih apa yang diharapkan PSSI.
PSSI pada saat itu langsung memecat Foppe De Haan yang dinilai tidak bisa membawa timnas Indonesia U-23 berprestasi.
Uniknya setelah setahun dipecat PSSI, justru Foppe De Haan mampu membawa timnas Belanda U-21 menjadi juara piala Eropa U-21.
Tentunya kegagalan timnas Indonesia saat itu bisa dikatakan bukan faktor dari pelatih.
Tentunya pengalaman berharga ini harus menjadi evaluasi untuk PSSI.
Sepak bola butuh proses untuk mendapatkan prestasi yang terbaik. Luis Milla yang belum lama ini gagal pantas mendapatkan apresiasi tinggi karena mampu merubah gaya bermain timnas Indonesia.
Pastinya PSSI harus tetap mengoptimalkan dari seluruh saran dan masukan karena sepak bola butuh proses.
Sumber

