Ozil dan Mkhitaryan adalah gelandang serang kreatif, akan tetapi jarang melakukan pressing terhadap lawan.
Di satu sisi, Emery menuntut kepada setiap pemainnya untuk bekerja keras dan tampil menekan. Inilah yang menjadi sorotan.
Merson karena menurutnya gaya bermain ke-2 playmaker tersebut lebih sesuai dengan gaya filosofi sepakbola indah yang diinisasi oleh mantan pelatih Arsenal dahulu, Arsene Wenger.
"Dia [Emery] tidak menaruh pemainnya untuk memberi jarak 20 yard [sekitar 18 meter] antara pertahanan dan penyerangan. Oleh karena itu tiap pemain harus bekerja keras.
Ozil dan Mkhitaryan bukan tipe pemain seperti itu," kata Merson kepada Sky Sports.
"Jika Anda ingin membentuk tim yang bermain menekan, bekerja kompak, tanpa ada jarak antarlini, maka Anda tidak akan membeli Ozil dan Mkhitaryan.
Tapi jika Anda memilih gaya Arsene Wenger, yang bermain menghibur, mengalir, dan cantik, maka Ozil dan Mkhitaryan akan sesuai."
"Saya tidak tahu apakah mereka sudah berubah dan menyesuaikan diri dengan gaya bermain yang baru ini. Itulah kekhawatiran saya," imbuh Merson.
Lebih lanjut, Merson juga menolak untuk menyalahkan Emery, yang mana didalam 2 laga pembuka Liga Inggris mengalami kekalahan secara beruntun kontra Manchester City dan Chelsea.
"Mereka punya lima peluang hebat melawan Chelsea, dan jika bisa mengonversinya mungkin mereka bisa menang 7-3 di Stamford Bridge dan semua orang akan terpukau.
Saya pikir, Emery diperlakukan tidak adil sejak laga pertama melawan City," jelasnya.
The Gunner diharapkan dapat bangkit dipertandingan berikutnya saat kontra West Ham United di Emirates Stadium.
Sumber


